Pernah Jalan – Jalan ke Sanur, Nggak?

First of all, Sanur sebenernya adalah tempat yang termasuk famous, beda kalau dibandingin sama kota Bangli (cek postingan sebelumnya) hahaha. Stop mocked! Kenapa bisa ke Sanur? Jadi, ceritanya kebetulan saya dan para wayang menghabiskan waktu di acara pembukaan Pesta Kesenian Bali yang ke-34 di Art Centre Denpasar Bali yang kerennya nggak ketulungan juga man! Nanti kalau video – video di art centre udah di edit, bakal di posting deh!

Woits, kembali lagi ke benang jangan di putus, tepung jangan terserak (cari artinya di google). Setelah bersenang – senang di art centre, kita kemudian berencana untuk pergi ke pantai esok harinya. (cerita awalnya apa, ujung – ujungnya ke pantai). Niatnya mau lihat sunrise dan ganti pantai. Kalau biasanya kita jalan – jalan ke kuta, kali ini coba refresh ke pantai Sanur,

Mendung waktu itu saudara – saudara jadi matahari terbitnya enggak keliatan. (loh, terus ngapain dong?) Setelah melakukan rapat pleno, kita akhirnya memutuskan untuk bersepda di kawasan sanur. Sewa sepedanya murah kok, Rp 5000 (per jam/ per Juni 2012). Di sepedanya sih cuman tertulis harga Rp 5000 tanpa embel – embel per jam. Curang nih. But, lupakan saja, satu syarat mau liburan adalah: tepiskan segala perasaan yang bisa bikin mood turun ke level terendah.

Image

Wayang untuk edisi kali ini. (kiri ke kanan) Beben, Yoni, Aku, Gung Bayu.

Kebetulan waktu itu kita cuman sepedaan aja, dan tidak mencoba kano, sampan, dan yang lainnya. Dengan muka kasur kita mulai menyusuri pingggir pantai sanur, dan banyak banget hotel – hotel keren yang bikin speechles. Alhasil, impian untuk punya rumah seperti itu pas nanti sudah berkeluarga, loncat keluar. Makanya, belajar yang bener, berdoa yang banyak biar bisa menikmati hidup sama pasangan hidup :).

Image

Image

Habis itu kita sarapan, yang kalo menurutku, menunya agak berat untuk sarapan. Tapi tetep kok rasanya ENDOS GANDOS! Nama warungnya adalah: Weti. Kata temen sih, tempat ini terkenal banget. Doi bilang enak juga, jadi langsung saja kita sikat. Sayangnya tempat makannya ga kita foto. 😦
Yang pada pertama kali ke Bali, buruan deh cobain sensasi sepedaan di Sanur. It’s totaly fun!

*video menyusul

Makan. Makan. Enak!

Gue selalu mensyukuri hobi yang satu ini, meskipun akibat hobi ini, gue juga sering di bully temen, but its okay, cacian lo gue cuci man!

Hobi apaan sih? Ya makan lah πŸ˜€ WIsata Kuliner pastinya bakal jadi wisata seru yang bisa memanjakan lidah dan perut selama kantong juga mensponsori kegiatan kita. Kali ini gua mau sombong dikit soal makanan dari kabupaten tempat hidup gua (ceilah!), Kabupaten Tabanan

Kolak Tabanan

Sugar Ice

Kolak Tabanan

Inilah cemilan sore gua hari ini! Hidup sehat! Makan enak! πŸ˜€

NB: DILARANG NGILER. APALAGI IRI.

ARTI

Setiap saat dalam kehidupan ini kita selalu akan berjalan dengan banyak pertanyaan. Pertanyaan inilah yang membuat kita mampu terus berjalan, mencari, menjabarkan, menguraikan tujuan dan harapan kita. Dalam setiap pertanyaan, kadang – kadang kita temukan jawaban secara gamblang. Namun sering jawaban itu terselubung dalam setiap senti kejadian yang membutuhkan pengertian yang penuh kesederhanaan.

Aku selalu berpikir dalam setiap kejadian yang aku lalui, pasti memiliki arti yang tersembunyi rapat. Kadang semakin sering aku coba mengurai artinya, malah semakin tegang arti itu bersembunyi. Semakin hari aku berjalan menapaki hari, aku mengerti bahwa setiap kejadian ini hanya berniat mengajariku hal – hal yang belum pernah aku rasakan. Perasaan itu sering terjadi berkali – kali, dan itu artinya aku belum berhasil melewati pelajaran ini.

Satu fakta lagi yang aku rasakan dalam hidup ini. Bahwa lebih ringan memaafkan dan mencoba menerima semua yang terjadi, ketimbang berbalik dan mencoba mengubah hal yang telah terjadi. Hal yang terjadi tidak akan bisa kita ubah lagi. Dia adalah masa lalu yang pernah menggigit kita untuk terus maju dalam permainan ini, bukannya mundur melihat bekas gigitan itu. Menerima adalah hal yang mudah seharusnya. Kita begitu mudah menerima harta, kasih sayang, cinta, loyalitas, tapi entah kenapa kita tidak pernah adil dengan sisi gelap. Ini bukan dunia yang sempurna. Dunia yang kita jalani sekarang hanya meminta kita untuk menerima keadaannya yang sangat mulia ini. Kita memang terlalu egois untuk menyebut dunia kejam dan tidak adil. Toh kenyataannya kita tidak bisa menerima kedua sisi sama rata. Kita bahkan tidak punya hak untuk meminta, karena kita belum memberi sebanyak yang dunia berikan kepada kita.

Maka, aku terus mencari arti dalam setiap kejadian yang menyentuh sendi hidupku. Aku belajar untuk mencintai hidupku, mencintai keputusan yang telah aku ambil, mencintai orang – orang yang mempermainkanku, mencintai kegagalanku, mencintai keberhasilanku.

galuhpraba.december2010

Pernah Jalan – Jalan ke Bangli, Nggak?

Sebenernya jalan – jalannya udah lama sih, tapi baru sempet nge-post sekarang :D. Kalo kalian baru pertama kali ke Bali pasti biasanya pergi ke tempat – tempat yang umum didatengin sama wisatawan dong ya? Ah, tapi buat aku yang memang tinggal di Bali, itu mah biasaaa. Bukannya nggak bagus, bukan, tapi kalo keseringan bosen juga kan ya. Nah, makanya akhirnya pada suatu hari tercetuslah sebuah gagasan untuk menjelajahi daerah – daerah di Bali. Tujuan pertama adalah Kabupaten Bangli. Waktu itu nggak pergi sendirian, tapi bersama rombongan wayang yang positif single (tapi pasti akan segera menemukan pasangan hidup), ada Mery, Juni, Yoni (yang ini positif udah laku), Gung Bayu, Beben, dan juga gue pastinya.

Para Wayang

Bangli, sebenarnya bagian dari Bali juga, cuma jujur dari lubuk hati yang paling dalam, daerah yang satu ini agak sepi dibandingkan kabupaten lain. Pembangunannya agak berbeda dari kabupaten lain. Meskipun punya kota, tapi tetep aja terasa desa (yang orang Bangli, pasti β€˜njleb’ banget baca ini). Tapi, sabar dulu dong, semua persepsi tentang daerah yang desa banget itu berubah jadi kata β€œbuset, keren gila!”.

Oke, berangkat dari kota Denpasar, kita sempet mampir ke Pasar Sukawati. Pasar oleh – oleh ini so pasti terkenal banget kan. Tiap turis pasti akan diajak ketempat yang satu ini. Tapi, pasar yang ini ada dalam wilayah Kabupaten Gianyar, bukan Bangli, mampir bentar mau beli gelang. Harga barangnya miring, asal pinter nawar. Kalian yang pingin belanja disana pasti bisa dapet barang bagus dengan harga murah.

Pasar Sukawati

Obyek wisata pertama yang kita kunjungi adalah desa penglipuran. Desa ini, desa yang masih menjaga suasana Bali pada tempo dulu. Yang pasti komentar pertama gue sih: β€œBuset, bersih banget!”. Emang suer, bersih banget! Apalagi daerah desa itu sejuk. Bangli memang terletak di dataran tinggi, jadi wajar kalo semakin malam semakin dingin, apalagi di daerah Kintamani.

Desa Penglipuran

Next step, kita melanjutkan perjalanan ke pemandian air panas toya bungkah. Cuman, masalah klasik nih, kita ga pernah kesana, dan gatau jalan kesana. Berbekal pengetahuan sok tau dan nanya – nanya, akhirnya jalan menuju kesana bisa terkuak hahaha. Dalam perjalanan kesana, kita melewati tempat yang sekali lagi (sorry), harus gue bilang kata – kata sakti gue: β€œBuset, keren gila!” Just that! No other! Habisnya mau bilang apa lagi kalo ngeliat tempat yang kaya gini?

Great!

Jadi, ceritanya, hamparan bebatuan plus hiasan rumput dan alang – alangnya itu adalah hasil kerja keras gunung agung yang meletus tahun 1870. Gunung Agung yang sekarang masih aktif itu, sempat meletus hebat, dan memuntahkan lahar yang sekarang telah berubah menjadi bebatuan, jadi wajar deh, kalo tempat ini juga rame didatengin sama orang – orang yang mau bikin foto pra wedding mereka. πŸ˜€

Antah Berantah 2

Akhirnya, setelah sampe di daerah Toya Bungkah, ternyata nemuin pemandian air panas itu nggak gampang. Everything need hard work. Pemandian air panas yang pertama kita temuin harga tiket masuknya Rp 30.000 (Mei 2012). Merasa harga itu nggak sesuai dengan fasilitas yang kita dapat, akhirnya kita coba cari tempat lain. Niatnya sih biar dapet tempat yang lebih murah, tapi tempat kedua yang kita samperin, ternyata lebih mampu membuat mata berkaca – kaca. Harga tiket masuk target kedua adalah Rp 50.000 (Mei 2012). Sempet ragu juga untuk masuk kesana, karena sayang sama duit hahaha. Tapi akhirnya, kita memutuskan untuk sikat dan habisi hari itu juga! πŸ˜€
Dengan harga tiket yang lumayan aduhai buat katong kita saat itu, kita dapet kompensasi yang lumayan. Tempat yang bersih dan nyaman (itu penting), akomodasi seperti handuk dan shampoo kita juga dapet. Ditambah lagi, kita dapet welcome drink juga. Dan yang nggak kalah penting adalah, dengan LIMA PULUH RIBU RUPIAH itu, kita bisa menikmati pemandangan danau dan gunung yang kerennya tingkat dewa!

Air Panas Toya Bungkah

Jadi, dari pengalaman jalan – jalan yang satu ini, satu pesen buat kalian yang pingin ikutan, kalo bisa berangkatnya pagi – pagi, biar bisa lebih bebas untuk eksplore daerah itu. Alangkah baiknya lagi kalau bisa buat iterenarynya. Jangan lupa bawa jaket, karena daerah ini termasuk daerah yang dingin. Well done, asyiknya jalan – jalan sama teman – teman. Enjoy your own jalan – jalan yaa! πŸ˜€