Taro Expedition

Tanpa mencari tahu apa sebenernya arti dari expedition, kata ini saya pilih, pertama karena: keren. Kedua karena sepertinya sesuai dengan kegiatan saya kali ini. Ketiga karena tidak mengandung unsur sara (?).

Beruntung sekali bisa berkunjung ke desa ini. Terletak di daerah Taro, Kabupaten Gianyar. Nama banjarnya (banjar = desa) adalah alas pujung. Tujuan saya pergi kesana adalah karena bagian dari program BEM PM Universitas Udayana untuk melaksanakan workshop kewirausahaan untuk muda mudi banjar tersebut.

Mari kita bahas satu persatu.

Desa Taro, Banjar Alas Pujung adalah desa yang SULIT untuk dijangkau. Letaknya di pedalaman. Terdiri dari 38 KK. Terdapat dua warung kecil. Memiliki dua akses jalan: ekstrim dan rusak. Jalan pertama memang ekstrim karena turun ke lembah kemudian menanjak ke puncak. Turunannya pun bukan sembarang turunan. Curamnya mantap. Dan perlu keahlian dan keberanian untuk melewati jalan tersebut. Akses yang satu lagi tidak seekstrim jalan pertama. Tapi rusaknya lumayan bikin tulang retak. Akses kedua juga membuat kita memutar cukup jauh. Terdapat banyak kebun jeruk yang buahnya menggoda untuk dicuri *ups. Masyarakatnya rata – rata mengeyam pendidikan hingga SMP saja. Memiliki keahlian untuk mematung. Ramah dan beberapa pemalu.

Awalnya panitia takut respon dari peserta workshop tidak sesuai dengan harapan. Tapi justru mereka membuat saya terkejut dengan ide – ide usaha yang mereka utarakan. Di luar ekspetasi saya. Atau mungkin saya yang agak meremehkan. K Hal ini membuat saya bangga pada mereka.

Dua kali pertemuan, workshop ini di bimbing oleh Ibu Sutrisna. Ibu Sutrisna ini adalah pemain kawakan di bidang wirausaha. Yang bikin saya salut adalah, beliau berwirausaha tidak hanya untuk dirinya sendiri. Tapi dia membantu banyak orang, banyak daerah untuk berwirausaha.

Pertemuan pertama Ibu Sutrisna tidak sendiri, tapi di dampingi “Pak Magnum”. Unik ya namanya? Haha. Tapi dibalik nama itu, ada perjuangan pahit yang harus dilalui pak magnum *cieilah. Serius. Disini saya belum bisa cerita apa saja ilmu yang disebarkan oleh 2 tokoh positif ini. *kapan – kapan yaa

Senang sekali rasanya bisa melakukan hal yang berguna untuk orang lain. Masyarakat desa Taro sangat berterimakasih atas program yang satu ini. Pikiran mereka terbuka, dan saya harap sih, nantinya mereka bisa bener – bener mewujudkan usaha yang ingin mereka kembangkan. Lebih utama sih, saya pengen supaya anak – anak disana bisa sekolah. Well, sangat ingin untuk ikut dikegiatan seperti ini lagi. Meskipun memang sangat menguras tenaga dan pikiran, tapi rasanya menyenangkan bisa berguna untuk kehidupan orang lain. What a blessed life! 😀

Story about KUDA

“Ku tak percaya, kau ada disini”

Kadang – kadang dari segala keinginan hidup yang ada, yang aku pingin dari seseorang adalah dia ada. Semacam teori filsafat ya, aku ada karena kau ada. Hahaha tapi beneran loh, keberadaan orang yang kita sayang, dalam bentuk apapun, pasti bisa ngasi kita semacam semangat baru. Tiba – tiba pipi jadi pink.

Episode kali ini, aku mau cerita soal Kuda. Kuda adalah teman sekelasku. Kalo dipikir lagi, waktu SMA kok kayaknya banyak sekali kisah nya ya? Oke, kuda ini temenku. Teman – teman sekelasku kebetulan adalah mahluk tak berakal sehat semuanya, a.k.a gila. Jalan – jalan kemanapun kita bareng – bareng. Asyik lah pokoknya. Waktu SMA ini aku rasain persahabatan bagai kepompong, mengubah ulat menjadi kelas IPA 5. Balik lagi ke kuda, sebenernya, dulu, duluuuu sekali, kelas satu kalo ga salah, aku udah sempet sms an sama kuda. Dia sering nanya peer, yang akhirnya berlanjut terus gitu. Tapi aku ga ada pemikiran apapun waktu itu, masih polos lah yaa. Hahaha. Tapi itu juga ga berlangsung lama.

Kelas 3 persahabatan antara aku dan kuda mulai sedikit berubah. I know that he had a feeling to me not like a friend. Reaksi pertamaku adalah: OH NO GOD!

Sepanjang hidupku aku ga bakal lupain gimana bodohnya aku memperlakukan kuda. Betapa kejam dan tidak berperasaannya aku terhadap kuda. Kuda didukung penuh oleh teman sekelasku untuk jadi (you know what) ku. Tapi yang bikin aku bersikap seperti itu sama kuda waktu itu adalah, aku nggak suka sama cowok yang nggak berani ngungkapin perasaannya. Iya, kuda ga pernah bilang perasaannya ke aku, terus aku bisa tahu darimana?
Suatu hari temen – temenku main kerumah, dan kita menghabiskan malam dengan main permainan truth or dare. Pas itu botol ngadep ke dia, temen – temen nanya, suka ga dia sama aku? Dan dia hanya mengangguk. See? Setelah itu ga pernah ada apapun yang dia lakukan untuk memperjelas jawabannya itu.

Tapi, harusnya, sebagai orang yang pernah ada di posisi kuda, aku harusnya tau, betapa susahnya kita ngomong soal perasaan kita sama seseorang yang kita suka. Aku ga suka sama kuda waktu itu, karena aku dipaksa sama teman – teman untuk suka sama dia, tapi dia sama sekali ga ada usaha untuk ngebuat aku suka sama dia. That what i feel on the time. :s

Aku bener – bener menyesal, karena aku jahat sama kuda dulu. Harusnya kalo ak ga suka, yaudah gapapa, bilang aja baik – baik. Bukannya memperlakukan dia dengan sikap yang ga asik banget. 😦

Tanggal 14 Februari 2011. Ada sebuah kesempatan buat aku minta maaf sama kuda. Dan saat itu adalah waktu pelajaran bahasa inggris. Guru bahasa inggrisku yang gaul, mancing si kuda untuk bilang something sama aku (you know guys, gossip are spreading so fast) on that valentine’s day. Kuda gamau. Entah karena takut susah ngomong pake bahasa inggris, malu, ato emang males. Akhirnya aku yang dipancing sama bu guru. Aku langsung maju men! :O
Aku bilang maaf, aku seharusnya ga boleh lupa kalo jatuh cinta itu bukan hal yang salah, sama siapapun. Aku harusnya tidak bersikap seperti itu sama kamu. I am loving all of my friends. You are one of my best friend, kuda. I enjoy every moment that we share. You give me a great friendship I’ve ever had. I always loving you and pray the best for you. Tapi aku lebih nyaman kalau kita ada dalam sebuah lingkaran persahabatan. Not more.  Aku ga pernah tahu gimana perasaanmu sebenernya selama ini sama aku, because you never talk about that directly to me. Aku nggak pernah ada keinginan untuk bikin kamu sedih, but i maybe already did.  I will not force you to forgive me, no. Aku berharap kamu menemukan seseorang yang bisa mencintai kamu lebih baik dari aku. I will give you everything that you need, as a friend, i promise you. Dukungan, harapan, semangat, semua yang kamu butuhkan saat sulit bakal aku bantu untuk penuhi.

Dan, di akhir pidato minta maafku, aku berjalan menuju bangkunya, dan

I hug him.

Seisi kelas teriak. Aku juga teriak, dalam hatiku, aku teriak dengan keras,

 

Maafkan aku kuda 🙂

 

 

 

*entah kenapa, teman – teman cewekku banyak yang nangis waktu itu. Bahkan, sanjaya yang cowokpun juga nangis terharu. Hahahahahaha