Kehilangan dompet

What a terrible! Males banget kan kalo nyawa kita harus hilang di saat – saat bahagia. Padahal kemarennya jelas aku traktir temen – temen dengan banyak menu makanan. Kesalahan pertama adalah: keluar ngga bawa tas! Itu jelas adalah kesalahan FATAL. Mengingat aku termasuk kedalam daftar 10 orang terpikun versi MURI dan 5 besar manusia terceroboh versi majalah PEOPLE, harusnya aku bawa tas, dan masukin itu dompet kedalam tas. Bisa – bisanya aku nitip KTP, SIM, 2 kartu ATM dan uang cash di dompet gunbo. K Waktu itu karena emang semua temen gabawa tas, jadi males aja rempong sendiri bawa tas.

Malamnya kejadianlah dompet itu, sepertinya terjatuh. Karena dilokasi terakhir kami sadar dompet itu masih bersama kami, setelah sampai ditempat tujuan akhir, kami sudah tidak membicarakan keberadaan barang sakral itu. Besoknya, waktu mau makan siang, kita baru sadar bahwa dompet itu tidak ada di sekitar kami. Dicari disekitar kos, ga ada. Dicari di TKP terakhir, ga ada. Nelangsa. Butiran debu. T.T

Aku ga masalah sama barang – barangku (masalah dikit), tapi aku ga enak sama gunbo, karena disana ada STNKnya dia, dan kalo mau ngurus itu mesti ke jakarteeeeee K. Kenapa aku yang merasa bersalah? Karena suspect utamanya adalah aku! Kayanya aku yang terakhir bawa itu dompet.

Untungnya gunbo adalah pacar yang baik. Dia tidak menyalahkan aku. Meskipun aku tahu dalam hatinya ada perdebatan untuk menjitak kepalaku apa enggak. Untungnya enggak. Dalam hatinya juga dia ragu nelpon babenya dan memberitahu kabar pencabut nyawa ini. Akhirnya besoknya dia telpon bokap. Dan langsung sms aku dan bilang “MATI”.

Pengalaman. Ujian. Badai. Ombak. Duri. Pengalaman yang sungguh menyesakkan dada. Kami harus mengurus semua hal yang ilang itu lagi. Semoga ga kejadian lagi. Pengalaman untuk kalian juga yaa 🙂

 

What is word ‘mantan’ mean to you?

Inspirasiku menulis hal ini karena melihat tweet temanku, begitu juga sindiran – sindiran yang dia sempat lontarkan, kepada ku. Kepada kami, temannya yang dulu sering main bersama. Jadi begitulah ceritanya, dulu kami sering main bareng, sekarang udah enggak lagi. Dia bilang kami sudah memilih teman lain, lebih deket sama temen baru yang lain. Dan puncaknya tadi aku lihat tweet soal MANTAN TEMAN. Perasaanku? Kecewalah.

Karena kejadian ini aku jadi sedikit gasuka dengan kata mantan. Karena kata mantan terdengar seperti bekas, sudah pernah, dan seperti ada bumbu dendam di dalamnya. Sepertinya tidak berguna lagi. Tidak berpengaruh lagi keberadaanya untuk hidupmu. Begitukah?

For sure, aku juga baru mikir sekarang, aku menggunakan kata mantan gebetan (ngenesnyaa T.T) karena emang dulu pernah deket, tapi sekarang enggak lagi. Dan menurutku, kata itu gak cocok.

Aku gasuka kata mantan karena, kita jadi muna. Mantan itu artinya dia berarti tapi enggak. *apasih

Mantan itu artinya dia penting tapi gaboleh kamu jadiin penting. Penting tapi harus kamu lupain tapi kamu sebut lagi.

Dalam hidupku yaa, aku ga pernah menjadikan orang – orang yang pernah, anggaplah nyakitin aku dulu, sebagai mantan. I even didn’t hate them now. Meskipun dulu waktu dikhianati dan segala macem, sedihnya seember, tapi sekarang they mean nothing. Mereka bukan musuh or even sahabat. Aku anggap mereka sebagai, manusia. Ya, sama kaya aku. Benci sama mereka juga ga guna. Mereka adalah manusia manusia yang pernah mengisi hidupku.

So, pasca temanku bilang kami sebagai mantan teman, aku pribadi sedih. Dia ngerasa kita milih temen yang baru. Padahal ya kami ga ada sama sekali maksud kaya gitu. Dalam hidupku (dua kali udah bilang ini), aku ga pernah kok milih temen. Cuman karena emang kita agak jauh, aku jarang main kekosanmu, jarang jalan – jalan bareng, kita engga satu jurusan, jadi kita jarang ketemu. Aku juga sih yang salah karena ga pernah kontak – kontak kamu. Tapi please, aku ga pernah ngelupain temen kok. You are live here in my heart, my soul, my mind. Tapi aku lupa kamu juga ada di dunia nyata. Dan harusnya, seenggaknya, sebagai teman yang baik, aku tanya kabarmu, or ven just say hay! 🙂

I am sorry for this pal. Semoga kamu bisa mengerti. Dan kita tetap berteman. You are my friend. Now and Forever. Tanpa kata MANTAN, terdengar lebih indah. 🙂