Tak akan pernah sama

Aku tidak lantas menganggapmu jahat angin, meskipun kau terbangkan serakan daun cokelat yang baru saja ingin aku lihat kebersamaanya. Karena aku tau kau sudah punya rencana untuk daun daun bersaudara itu. Begitu jugakah dengan dia? Dia akhirnya juga memintaku untuk meninggalkannya karena aku sudah tak bisa ia percayai lagi. Aku tidak memohon lagi kepadanya untuk tetap tinggal seperti sebelumnya. Aku juga lelah g. Semua hal ini mendadak menghampiriku seketika, semuanya terasa seperti tarikan gravitasi menghentak, jatuh. Lumayan sakitnya. Aku tau semua orang ingin menjadi yang terbaik. Tapi tidak apa-apa bila kamu tidak begitu baik. Kan setidaknya kamu sudah berusaha memeluk, tersenyum, dan berlari bersama. Sungguh manis. Pekerjaan beratku sekarang, membiasakan diri hidup tanpa kenangan-kenangan itu. Karena, kalau aku masih berjalan bersama dengan mereka. Aku tidak akan bisa menemukan hari baruku, tanpanya. Jadi, jangan bohong sayang. Aku mersakannya, dan aku biarkan. Tapi aku juga sudah punya batas waktunya, dimana aku akan menyadari dan mengikhlaskan bahwa semua tidak akan pernah sama. Enjoy your life. Banyak hal yang belum kamu coba.