Ilmu Komunikasi, Universitas Udayana

Wah, ternyata banyak dari pembaca yang tertarik sama Ilmu Komunikasi. Banyak juga yang bertanya, apa sih itu ilmu komunikasi, bagaimana pelajarannya, bagaimana prospek kerjanya, dll. Sesuai permintaan, akan saya ceritakan sekilas semua informasi tentang ilmu komunikasi, supaya kalian yang baru lulus SMA/SMK dan ingin melanjutkan ke perguruan tinggi punya bayangan.

Apa itu Ilmu Komunikasi ?

Ilmu Komunikasi sebenarnya punya banyak pengertian secara umum dan khusus. Tapi supaya lebih mudah untuk kalian mengerti, mungkin definisi dari ilmu komunikasi itu adalah ilmu yang mempelajari proses pengiriman dan penerimaan pesan, baik verbal maupun non verbal. Gampang ya kelihatannya?
Dalam kehidupan sehari-hari kita pasti akan selalu berkomunikasi, secara sadar atau tidak sadar. Ketika kamu menyapa temanmu yang berkunjung kerumahmu. Ketika kamu marah kamu memilih bersikap diam, itupun juga adalah bentuk komunikasi. Ketika kalian buat status di twitter, path, atau upload gambar di instagram, semuanya itu juga adalah bentuk komunikasi. Semua tindakan kalian pasti memiliki maksud. Ada pesan yang ingin kalian sampaikan melalui tindakan kalian. Itu adalah komunikasi skala kecil. Bila kita lihat lebih luas, iklan yang kalian lihat di TV itu juga termasuk bentuk komunikasi. Naskah berita, naskah pidato, kampanye, sosialisasi tentang sesuatu juga adalah bentuk komunikasi, karena disana terdapat sebuah pesan yang ingin disampaikan. Sampai sini dulu, sudah ada bayangan kan ? Lanjut ya.

Apa saja pelajarannya kalau kita kuliah di Ilmu Komunikasi?

Wah, banyak ! Tergantung setiap universitas sih. Tapi yang perlu kalian tahu, komunikasi punya beberapa konsentrasi yaitu:

1. Komunikasi Antar Pribadi

2. Komunikasi Kelompok

3. Komunikasi Organisasi

4. Komunikasi Massa

Kalau konsentrasi di bidang komunikasi massa, maka kalian akan belajar tentang jurnalistik, mulai dari buat berita, pegang kamera, jadi hostnya, buat program acara sendiri, sampai menajemen media massa juga akan kalian pelajari. Kalai konsentrasi di komunikasi organisasi, kalian akan belajar bagaimana cara memimpin, komunikasi antar bagian di dalam organisasi, menjadi public relation, dll.

Bagaimana prospek kerjanya

Apalagi ini. Kalian jangan takut kekurangan lowongan kerja. Di dunia yang serba online, dan pastinya sudah sangat mengglobal, praktisi komunikasi pasti akan sangat dibutuhkan di setiap lini. Paling tidak sampai 20 tahun kedepan, kebutuhan akan praktisi komunikasi akan semakin meningkat. Coba kalian pelajari ilmu komunikasi, pasti kalian akan menyadari betapa pentingnya ilmu yang satu ini huahahaha (semua ilmu pasti jagoin ilmunya masing-masing yak). Kalian bisa kerja di media, bisa juga di perusahaan apa saja, bahkan bekerja di sebuah event organizer.

Bagaimana Ilmu Komunikasi di Universitas Udayana

First of all, perkenalkan dulu, saya adalah angkatan pertama di program studi ini 🙂 . Saya berbaik hati mau menginformasikan sama kalian bagaimana sih kuliah disini. Untuk lokasi perkuliahannya sendiri ada di jalan P.B Sudirman Denpasar. Lokasinya di tengah kota, jadi strategis. Strategis buat jalan-jalan, cari makan enak, cari kos-kosan nyaman hahaha. Kalau perkuliahannya sampai saat ini sangat menyenangkan. Cuma untuk praktek, karena saya masih angkatan pertama masih agak jarang. Tapi kalo materi dan tugas-tugas, kita nggak kalah kok sama universitas lain. Sampai detik ini, program studi ini baru saja dinilai sama tim penguji akreditasi, belum keluar hasilnya bagaimana, tapi karena belum ada lulusan, kemungkinan besar kita dapat C. Tapi jangan khawatir, seiring berjalannya waktu, prodi ini pasti bakal meningkat statusnya.

Segitu dulu yaa, kalau kalian merasa kurang jelas atau masih pingin tanya tanya, boleh langsung komentar disini, atau boleh juga via twitter @galuhpraba supaya lebih cepat responnya.
Good luck !

Tak akan pernah sama

Aku tidak lantas menganggapmu jahat angin, meskipun kau terbangkan serakan daun cokelat yang baru saja ingin aku lihat kebersamaanya. Karena aku tau kau sudah punya rencana untuk daun daun bersaudara itu. Begitu jugakah dengan dia? Dia akhirnya juga memintaku untuk meninggalkannya karena aku sudah tak bisa ia percayai lagi. Aku tidak memohon lagi kepadanya untuk tetap tinggal seperti sebelumnya. Aku juga lelah g. Semua hal ini mendadak menghampiriku seketika, semuanya terasa seperti tarikan gravitasi menghentak, jatuh. Lumayan sakitnya. Aku tau semua orang ingin menjadi yang terbaik. Tapi tidak apa-apa bila kamu tidak begitu baik. Kan setidaknya kamu sudah berusaha memeluk, tersenyum, dan berlari bersama. Sungguh manis. Pekerjaan beratku sekarang, membiasakan diri hidup tanpa kenangan-kenangan itu. Karena, kalau aku masih berjalan bersama dengan mereka. Aku tidak akan bisa menemukan hari baruku, tanpanya. Jadi, jangan bohong sayang. Aku mersakannya, dan aku biarkan. Tapi aku juga sudah punya batas waktunya, dimana aku akan menyadari dan mengikhlaskan bahwa semua tidak akan pernah sama. Enjoy your life. Banyak hal yang belum kamu coba.

Love is gone

So, how are you feeling tonight? Hope you feel good, no old memories, no worry about tomorrow, or even feel sorry for today. Semoga dinginnya malam juga tidak mengarahkan lautan pikiranmu pada dia yang tidak ada disampingmu ataupun tidak ada pada daftar inbox pesanmu. Mungkin dia pergi. Sedang mencari jati dirinya lagi. Mungkin. Atau mungkin, dia sedang mencoba menyelam, ditengah lautan masalah yang sedang memeluknya. Aku harap dia temukan apa yang dia cari, dan lepas dari pelukan hitamnya.

Salah benar, siapa sih yang menentukan? Aku juga lelah menguraikan salah atau benar, kalah atau menang, bodoh atau pintar. It is not the point. Titik dari semuanya kan bersumber dari penerimaan, kalau tidak bisa menerima, pasti akan bubar. That’s not make me feel sorry at last. Meskipun tangisan tetap ada. Pasti ada, karena momen yang telah dilewati juga tidak bisa dilupakan begitu saja. Tapi dalam momen itu, ada goresan-goresannya membuat robek sedikit hatiku. Menyebabkannya memerah berdarah, tapi aku biarkan saja dan coba menutup mata. Lama kelamaan, ketidakyakinan itu semakin tumbuh, ketika amarahnya mampu mengalahkan rasa. Amarahnya mengaburkan tujuan ‘kita’. Sampai-sampai tidak mengenal siapa aku siapa dia. Tapi tetap saja aku melangkah.

Sampai tiba saatnya ujian itu datang. Kesulitan membelitku sampai sesak nafas rasanya. Pikiranku bukan hanya dia, tapi juga matahariku yang melahirkanku dan selalu ada untukku. Mereka adalah darah dagingku yang sedang membutuhkan pertolonganku. Tapi diwaktu yang sama, aku juga sedang membutuhkan pertolongan. Sayangnya, dia juga sedang dibelit rantai masalah. Kemana aku harus meminta pertolongan. Hatiku tak tega memberatkannya lagi dengan masalah-masalahku. Namun aku juga tak tahan melihat sifat diamnya pada masalah. Bukannya bangun dan berbuat sesuatu, dia malah larut pada permainan yang tidak membantunya menyelesaikan masalah. Membuatnya lebih baik untuk sementara, tapi setelah bangun dari permainan itu, dia akan kembali menghadapi masalahnya itu. Sekarang coba tanya pada dirimu juga? Bagaiamana aku harus menyikapinya.

Kalau perhatian sudah aku berikan semua, dan waktuku sebagian besar adalah miliknya, namun selalu saja bola api konflik muncul dan tak bisa diselesaikan dengan cepat serta selalu terjadi berulang-ulang, mana bisa aku tahan ? Perubahan selalu dituntut, aku selalu buruk terasa. Tapi, secuil pun tak ada yang berubah darinya.

Aku membutuhkan rumah untuk menerimaku apadanya. Untuk menyelasaikan masalah bersama sama. Aku butuh tim yang solid. Dengan segala impian dan cita-citaku untuk membanggakan serta membantu keluargaku, aku berlari jauh didepanmu. Aku menyadari dunia ini berputar begitu kencangnya, dan setiap orang mengambil start lebih dulu dariku. Tapi dia, menikmati waktunya. Santai melihat dunia. Seakan tanpa rencana. Ketika kutanya apa kau tak punya rencana masa depan? Dia jawab, segudang aku punya. Tapi aku tak melihat apapun upaya darinya untuk mimpinya. Seakan menyerah dan lelah dengan masalahnya yang menumpuk sejak dia kecil. God, I can’t do this.’

Aku tidak menyadarinya. Bahwa hatiku telah sering mengatakan tidak. Tapi bibirku memnghormatinya dan ingin melindunginya dari luka, sehingga semua keinginannya aku penuhi. Tapi itu salah menurutku. Untuk apa ada dalam sebuah lintasan yang tujuannya adalah kebahagiaan, tapi kita mengorbankan perasaan kita untuk membuatnya terhindar dari luka?

Aku tidak bisa menjadi secret agent, atau konseling, atau dokter untuknya. Aku punya pilihan. Dan aku memilih mencari danauku yang sempat aku tinggalkan dulu. Danau adalah ketenanganku dan diriku. Lepas dari tekanan dan tuntutan. Kembali lagi pada bintang yang sesungguhnya ingin aku gapai. Tidak ada kata maaf dan penyesalan. Karena semua yang aku lakukan terhadapmu atau terhadapku sudah ada alasannya.

Aku hanya tidak ingin membuatmu terluka, meskipun justru ternyata malah aku lakukan. Itu sudah terjadi. Aku akan belajar dari itu.

Kau. Berlayarlah. Temukan pulaumu itu. Pulau yang akan melindungimu dari kepungan dunia.

Aku. Berdoa untukmu. Berdoa sangat keras agar kau juga dapat menemukan pulau dengan danau ketenangan ditengahnya.

Best regards,

 

How you past your new year eve?

Jadi hal yang penting banget buat beberapa orang tentang gimana mereka bakal ngerayain malam tahun barunya. Tahun baru 2013 kemaren, aku nemuin orang yang merasa gagal apabila tahun baruannya tidaklah ditempat keramaian. Dia ngerasa harus celebrate that gorgeus moment, dan harus meriah. For me, malam tahun baru sama sekali nggak istimewa kalau perasaanku nggak ramai. I mean, sangat nggak worth it, kalau misalnya aku ada ditempat yang ramai tapi perasaanku nggak seramai tempat itu. Jadi, bukan hal yang penting aku ada ditempat ramai atau enggak, tapi yang penting buatku adalah, ada orang – orang yang berarti di hidupku, merayakannya bersama – sama, dan menyalurkan perasaan yang menyenangkan itu kepada yang lainnya. Bukan lampu kelap – kelip disko, bukan minuman, bukan ikan bakar, tapi kumpul sama orang – orang yang berarti buat aku, adalah hal penting yang harus ada. That’s how I am celebrate my new year eve, how about you? 😉

 

HAPPY NEW YEAR 2013!

Kehilangan dompet

What a terrible! Males banget kan kalo nyawa kita harus hilang di saat – saat bahagia. Padahal kemarennya jelas aku traktir temen – temen dengan banyak menu makanan. Kesalahan pertama adalah: keluar ngga bawa tas! Itu jelas adalah kesalahan FATAL. Mengingat aku termasuk kedalam daftar 10 orang terpikun versi MURI dan 5 besar manusia terceroboh versi majalah PEOPLE, harusnya aku bawa tas, dan masukin itu dompet kedalam tas. Bisa – bisanya aku nitip KTP, SIM, 2 kartu ATM dan uang cash di dompet gunbo. K Waktu itu karena emang semua temen gabawa tas, jadi males aja rempong sendiri bawa tas.

Malamnya kejadianlah dompet itu, sepertinya terjatuh. Karena dilokasi terakhir kami sadar dompet itu masih bersama kami, setelah sampai ditempat tujuan akhir, kami sudah tidak membicarakan keberadaan barang sakral itu. Besoknya, waktu mau makan siang, kita baru sadar bahwa dompet itu tidak ada di sekitar kami. Dicari disekitar kos, ga ada. Dicari di TKP terakhir, ga ada. Nelangsa. Butiran debu. T.T

Aku ga masalah sama barang – barangku (masalah dikit), tapi aku ga enak sama gunbo, karena disana ada STNKnya dia, dan kalo mau ngurus itu mesti ke jakarteeeeee K. Kenapa aku yang merasa bersalah? Karena suspect utamanya adalah aku! Kayanya aku yang terakhir bawa itu dompet.

Untungnya gunbo adalah pacar yang baik. Dia tidak menyalahkan aku. Meskipun aku tahu dalam hatinya ada perdebatan untuk menjitak kepalaku apa enggak. Untungnya enggak. Dalam hatinya juga dia ragu nelpon babenya dan memberitahu kabar pencabut nyawa ini. Akhirnya besoknya dia telpon bokap. Dan langsung sms aku dan bilang “MATI”.

Pengalaman. Ujian. Badai. Ombak. Duri. Pengalaman yang sungguh menyesakkan dada. Kami harus mengurus semua hal yang ilang itu lagi. Semoga ga kejadian lagi. Pengalaman untuk kalian juga yaa 🙂

 

What is word ‘mantan’ mean to you?

Inspirasiku menulis hal ini karena melihat tweet temanku, begitu juga sindiran – sindiran yang dia sempat lontarkan, kepada ku. Kepada kami, temannya yang dulu sering main bersama. Jadi begitulah ceritanya, dulu kami sering main bareng, sekarang udah enggak lagi. Dia bilang kami sudah memilih teman lain, lebih deket sama temen baru yang lain. Dan puncaknya tadi aku lihat tweet soal MANTAN TEMAN. Perasaanku? Kecewalah.

Karena kejadian ini aku jadi sedikit gasuka dengan kata mantan. Karena kata mantan terdengar seperti bekas, sudah pernah, dan seperti ada bumbu dendam di dalamnya. Sepertinya tidak berguna lagi. Tidak berpengaruh lagi keberadaanya untuk hidupmu. Begitukah?

For sure, aku juga baru mikir sekarang, aku menggunakan kata mantan gebetan (ngenesnyaa T.T) karena emang dulu pernah deket, tapi sekarang enggak lagi. Dan menurutku, kata itu gak cocok.

Aku gasuka kata mantan karena, kita jadi muna. Mantan itu artinya dia berarti tapi enggak. *apasih

Mantan itu artinya dia penting tapi gaboleh kamu jadiin penting. Penting tapi harus kamu lupain tapi kamu sebut lagi.

Dalam hidupku yaa, aku ga pernah menjadikan orang – orang yang pernah, anggaplah nyakitin aku dulu, sebagai mantan. I even didn’t hate them now. Meskipun dulu waktu dikhianati dan segala macem, sedihnya seember, tapi sekarang they mean nothing. Mereka bukan musuh or even sahabat. Aku anggap mereka sebagai, manusia. Ya, sama kaya aku. Benci sama mereka juga ga guna. Mereka adalah manusia manusia yang pernah mengisi hidupku.

So, pasca temanku bilang kami sebagai mantan teman, aku pribadi sedih. Dia ngerasa kita milih temen yang baru. Padahal ya kami ga ada sama sekali maksud kaya gitu. Dalam hidupku (dua kali udah bilang ini), aku ga pernah kok milih temen. Cuman karena emang kita agak jauh, aku jarang main kekosanmu, jarang jalan – jalan bareng, kita engga satu jurusan, jadi kita jarang ketemu. Aku juga sih yang salah karena ga pernah kontak – kontak kamu. Tapi please, aku ga pernah ngelupain temen kok. You are live here in my heart, my soul, my mind. Tapi aku lupa kamu juga ada di dunia nyata. Dan harusnya, seenggaknya, sebagai teman yang baik, aku tanya kabarmu, or ven just say hay! 🙂

I am sorry for this pal. Semoga kamu bisa mengerti. Dan kita tetap berteman. You are my friend. Now and Forever. Tanpa kata MANTAN, terdengar lebih indah. 🙂

aku suka kamu..

Aku suka caramu menatapku
Rasanya hangat dan cairkan kebekuan
Aku suka caramu bicara denganku
Rasanya dipeluk dan disentuh
Rasanya aku adalah satu-satunya yang tahu kisahmu
Aku suka caramu mendengarkanku
Rasanya diperhatikan dan disayang
Rasanya tidak sendirian
Rasanya pembicaraanku adalah hal terseru yang ada
Aku suka caramu tersenyum
Rasanya sangat ringan seperti ingin terbang
Rasanya mengajakku tersenyum juga
Aku suka caramu berjalan
Rasanya begitu bahagia dan percaya diri
Aku suka caramu menggenggam tanganku
Rasanya seperti dituntun dan dijaga

Aku bisa sebutkan lebih banyak lagi kalau kau mau
Sehingga, kau tak punya alasan lagi
Untuk tidak percaya
Kalau aku suka padamu

Taro Expedition

Tanpa mencari tahu apa sebenernya arti dari expedition, kata ini saya pilih, pertama karena: keren. Kedua karena sepertinya sesuai dengan kegiatan saya kali ini. Ketiga karena tidak mengandung unsur sara (?).

Beruntung sekali bisa berkunjung ke desa ini. Terletak di daerah Taro, Kabupaten Gianyar. Nama banjarnya (banjar = desa) adalah alas pujung. Tujuan saya pergi kesana adalah karena bagian dari program BEM PM Universitas Udayana untuk melaksanakan workshop kewirausahaan untuk muda mudi banjar tersebut.

Mari kita bahas satu persatu.

Desa Taro, Banjar Alas Pujung adalah desa yang SULIT untuk dijangkau. Letaknya di pedalaman. Terdiri dari 38 KK. Terdapat dua warung kecil. Memiliki dua akses jalan: ekstrim dan rusak. Jalan pertama memang ekstrim karena turun ke lembah kemudian menanjak ke puncak. Turunannya pun bukan sembarang turunan. Curamnya mantap. Dan perlu keahlian dan keberanian untuk melewati jalan tersebut. Akses yang satu lagi tidak seekstrim jalan pertama. Tapi rusaknya lumayan bikin tulang retak. Akses kedua juga membuat kita memutar cukup jauh. Terdapat banyak kebun jeruk yang buahnya menggoda untuk dicuri *ups. Masyarakatnya rata – rata mengeyam pendidikan hingga SMP saja. Memiliki keahlian untuk mematung. Ramah dan beberapa pemalu.

Awalnya panitia takut respon dari peserta workshop tidak sesuai dengan harapan. Tapi justru mereka membuat saya terkejut dengan ide – ide usaha yang mereka utarakan. Di luar ekspetasi saya. Atau mungkin saya yang agak meremehkan. K Hal ini membuat saya bangga pada mereka.

Dua kali pertemuan, workshop ini di bimbing oleh Ibu Sutrisna. Ibu Sutrisna ini adalah pemain kawakan di bidang wirausaha. Yang bikin saya salut adalah, beliau berwirausaha tidak hanya untuk dirinya sendiri. Tapi dia membantu banyak orang, banyak daerah untuk berwirausaha.

Pertemuan pertama Ibu Sutrisna tidak sendiri, tapi di dampingi “Pak Magnum”. Unik ya namanya? Haha. Tapi dibalik nama itu, ada perjuangan pahit yang harus dilalui pak magnum *cieilah. Serius. Disini saya belum bisa cerita apa saja ilmu yang disebarkan oleh 2 tokoh positif ini. *kapan – kapan yaa

Senang sekali rasanya bisa melakukan hal yang berguna untuk orang lain. Masyarakat desa Taro sangat berterimakasih atas program yang satu ini. Pikiran mereka terbuka, dan saya harap sih, nantinya mereka bisa bener – bener mewujudkan usaha yang ingin mereka kembangkan. Lebih utama sih, saya pengen supaya anak – anak disana bisa sekolah. Well, sangat ingin untuk ikut dikegiatan seperti ini lagi. Meskipun memang sangat menguras tenaga dan pikiran, tapi rasanya menyenangkan bisa berguna untuk kehidupan orang lain. What a blessed life! 😀

Story about KUDA

“Ku tak percaya, kau ada disini”

Kadang – kadang dari segala keinginan hidup yang ada, yang aku pingin dari seseorang adalah dia ada. Semacam teori filsafat ya, aku ada karena kau ada. Hahaha tapi beneran loh, keberadaan orang yang kita sayang, dalam bentuk apapun, pasti bisa ngasi kita semacam semangat baru. Tiba – tiba pipi jadi pink.

Episode kali ini, aku mau cerita soal Kuda. Kuda adalah teman sekelasku. Kalo dipikir lagi, waktu SMA kok kayaknya banyak sekali kisah nya ya? Oke, kuda ini temenku. Teman – teman sekelasku kebetulan adalah mahluk tak berakal sehat semuanya, a.k.a gila. Jalan – jalan kemanapun kita bareng – bareng. Asyik lah pokoknya. Waktu SMA ini aku rasain persahabatan bagai kepompong, mengubah ulat menjadi kelas IPA 5. Balik lagi ke kuda, sebenernya, dulu, duluuuu sekali, kelas satu kalo ga salah, aku udah sempet sms an sama kuda. Dia sering nanya peer, yang akhirnya berlanjut terus gitu. Tapi aku ga ada pemikiran apapun waktu itu, masih polos lah yaa. Hahaha. Tapi itu juga ga berlangsung lama.

Kelas 3 persahabatan antara aku dan kuda mulai sedikit berubah. I know that he had a feeling to me not like a friend. Reaksi pertamaku adalah: OH NO GOD!

Sepanjang hidupku aku ga bakal lupain gimana bodohnya aku memperlakukan kuda. Betapa kejam dan tidak berperasaannya aku terhadap kuda. Kuda didukung penuh oleh teman sekelasku untuk jadi (you know what) ku. Tapi yang bikin aku bersikap seperti itu sama kuda waktu itu adalah, aku nggak suka sama cowok yang nggak berani ngungkapin perasaannya. Iya, kuda ga pernah bilang perasaannya ke aku, terus aku bisa tahu darimana?
Suatu hari temen – temenku main kerumah, dan kita menghabiskan malam dengan main permainan truth or dare. Pas itu botol ngadep ke dia, temen – temen nanya, suka ga dia sama aku? Dan dia hanya mengangguk. See? Setelah itu ga pernah ada apapun yang dia lakukan untuk memperjelas jawabannya itu.

Tapi, harusnya, sebagai orang yang pernah ada di posisi kuda, aku harusnya tau, betapa susahnya kita ngomong soal perasaan kita sama seseorang yang kita suka. Aku ga suka sama kuda waktu itu, karena aku dipaksa sama teman – teman untuk suka sama dia, tapi dia sama sekali ga ada usaha untuk ngebuat aku suka sama dia. That what i feel on the time. :s

Aku bener – bener menyesal, karena aku jahat sama kuda dulu. Harusnya kalo ak ga suka, yaudah gapapa, bilang aja baik – baik. Bukannya memperlakukan dia dengan sikap yang ga asik banget. 😦

Tanggal 14 Februari 2011. Ada sebuah kesempatan buat aku minta maaf sama kuda. Dan saat itu adalah waktu pelajaran bahasa inggris. Guru bahasa inggrisku yang gaul, mancing si kuda untuk bilang something sama aku (you know guys, gossip are spreading so fast) on that valentine’s day. Kuda gamau. Entah karena takut susah ngomong pake bahasa inggris, malu, ato emang males. Akhirnya aku yang dipancing sama bu guru. Aku langsung maju men! :O
Aku bilang maaf, aku seharusnya ga boleh lupa kalo jatuh cinta itu bukan hal yang salah, sama siapapun. Aku harusnya tidak bersikap seperti itu sama kamu. I am loving all of my friends. You are one of my best friend, kuda. I enjoy every moment that we share. You give me a great friendship I’ve ever had. I always loving you and pray the best for you. Tapi aku lebih nyaman kalau kita ada dalam sebuah lingkaran persahabatan. Not more.  Aku ga pernah tahu gimana perasaanmu sebenernya selama ini sama aku, because you never talk about that directly to me. Aku nggak pernah ada keinginan untuk bikin kamu sedih, but i maybe already did.  I will not force you to forgive me, no. Aku berharap kamu menemukan seseorang yang bisa mencintai kamu lebih baik dari aku. I will give you everything that you need, as a friend, i promise you. Dukungan, harapan, semangat, semua yang kamu butuhkan saat sulit bakal aku bantu untuk penuhi.

Dan, di akhir pidato minta maafku, aku berjalan menuju bangkunya, dan

I hug him.

Seisi kelas teriak. Aku juga teriak, dalam hatiku, aku teriak dengan keras,

 

Maafkan aku kuda 🙂

 

 

 

*entah kenapa, teman – teman cewekku banyak yang nangis waktu itu. Bahkan, sanjaya yang cowokpun juga nangis terharu. Hahahahahaha

things I love from you..

1. When you doing sport!

2. Whenever you call me in the middle of the night, and we talk alot

3. Even I hate this little bit, but I think when you mocked me, you always think of me 🙂

4. When you say you miss me so much 🙂

5. When you say that I don’t have to try hard, because I am special